Sabtu, 05 November 2016

UNSUR-UNSUR MANAJEMEN  PELAYANAN KESEHATAN

 

A.PENGERTIAN MANAJEMEN KESEHATAN

          Dalam kegiatan atau pelayanan kesehatan masyarakat memerlukan pengaturan yang baik, agar tujuan tiap kegiatan atau program itu tercapai dengan baik.  Proses pengaturan kegiatan ilmiah atau ilmu seni tentang bagaiman menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif serta rasional untuk mencapai tujuan ini disebut manajemen  , sedangkan untuk mengatur kegiatan – kegiatan aau pelayanan kesehatan masyarakat disebut “ Manajemen Pelayanan Kesehatan Masyarakat “ . 
Sebagaian orang masih rancu dengan pengertian manajemen, kebanyakan masih menyatakan bahwa proses pengaturan kegiatan untuk mencapai tujuan ini disebut “Administrasi”.   “Manajemen ialah seni tentang bagaiman menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif serta rasional untuk mencapai tujuan. Administrasi sendiri ialah ilmu dan seni yang mempelajari kerjasama kelompok orang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan .  Bedanya dengan manajemen adalah Manjemen sebai proses sosial dan organisasi sebagai system sosial ( Marry Parket Follet)
                    Banyak ahli yang telah membuat batasan tentang manajemen ini, antara lain:
a.       The accomplishing of a predetermined objectives through the effort other people atau : Manajemen adalah pencapaiam tujuam – tujuan yang telah ditentukan dengan menggunakan orang lain. (Robert D.Terry)
b.      Manajemen adalah  “the process , by which the excution of given purpose is put in to to operation and supervised atau : Manajemen adalah proses dimana pelaksanaan dari suatu tujuan diselenggarakan dan diawasi . ( Encyclopasdia of social sciences).
c.       Manjemen adalah suatu proses yang dilakukan oleh satu orang atau lebih untuk mengkoordinasi kegiatan-kegaiatn orang lain guna mencapai hasil (tujuan) yang tidak dapat dicapai oleh hanya satu orang saja (Evancevich), 1989).
Kesimpulannya ialah Manjemen Kesehatan merupakan penerapan manajemen umum dalam system pelayanan kesehatan masyarakat sehingga yang menjadi objek atau sasaran manajemen adalah system pelayanan kesehatan masyarakat.
Fungsi manajemen menurut bebrapa ahli ialah :
1.      GR.Terry : Planning, organizing , actuating , controlling.
2.      Henry Fayol : Planning , organizing , commanding ,  coordinating , controlling.
3.      Koontz o Donnel : Planning, organizing, staffing, directing, controlling.
Secara garis besar ialah:
a.         Perencanaan (Planning)
b.         Pengorganisasian ( Organizing)
c.         Penyusunan personalian ( Staffing )
d.        Pengkoordinasian ( Coordinating)
e.         Penyusunan anggaran ( Budgeting)
Unsur-unsur manajemen dalam pelayanan kesehatan ialah:

A.PERENCANAAN

          Perencanaan adalah sebuah proses yang dimulai dengan merumuskan tujuan, menyusun dan menetapkan rangkaian kegiatan untuk mencapainya.
       Dalam bidang kesehatan sendiri, manajemen merupakan proses merumuskan masalah-masalah kesehatan di masyarakat , menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia , menetapkan tujuan program yang paling pokok , dan menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
                        Dapat ditarik kesimpulan:
1.      Perencanaan harus didasarkan kepda analisa dan pemahaman system dengan baik.
2.      Perencanaan pada hakikatnya menyusun konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan misi organisasai.
3.      Perencanaan secara implicit mengemban misi organisasai untuk mencapai hari depan yang lebih baik.
Manfaat perencanaan dari manajemen ialah:
1.  Memberikan arah yang jelas pada organisasi karena mengetahui tujuan dan cara mencapainya.
2.      Mengetahui struktur organisasi yang dibutuhkan.
3.      Mengetahui jenis dan jumlah staf yang diinginkan dan urain tugasnya.
4.      Mengukur hasil kegiatan yang akan dicapai.
 Perencanaan atau rencana itu sendiri banyak macamnya, antara lain:
             a.Dilihat dari jangka waktu berlakunya rencana
1)      Rencana jangka panjang (long term planning) yang berlaku antara 10-25 tahun.
2)      Rencana jangka menengah (Medium range planning) , yang berlaku antara 5-7 tahun.
3)      Rencana jangka pendek ( short range palnning), umunya berlaku hanya untuk 1 tahun.
b.Dilihat dari tingkatannya
1)      Rencana induk (masterplan) , lebih menitikberatkan uraian kebijakan organisasi.
2)      Rencana oprasional (operational planning) , lebih menitik beratkan pada pedoman atau petunjuk dalam melaksanakan suatu program.
3)      Rencana harian ( Day to day palnning) ialah rencana harian yang bersifat rutin.
c.Ditinjau dari lingkupnya
1)        Rencana strategis (strategic planning ), berisikan uraian tentang kebijakan tujuan jangka panjang dan waktu pelaksanaan yang lama.
2)        Rencana taktis (tactical planning) ialah rencana yang berisi uaraian yang bersifat jangka pendek, mudah menyesuaikan kegiatan-kegaiatan , asalakan tujuannya tidak berubah.
3)        Rencana menyeluruh (comprehensive planning) , ialah rencana yang mengandung uraian secara menyeluruh dan lengkap .
4)        Rencana terintegrasi (integrated palnning) ialah rencana yang mengandung uraian yang menyeluruh bersifat terpadu, misalnya dengan program lain di luar  kesehatan.
Proses Perencanaan
1. Analisa Situasi
            Dilakukan dengan pendekatan SWOT ; Stregth , Weakneesses, Opporcunity, Treath.
2. Identifikasi masalah
            7 langkah untuk mengidentifikasi masalah kesehtan ialah:
1.        Apa masalah kesehatan yang sedang dihadapi?
2.        Apa masalah yang sering dihadapi?
3.        Apa faktor-faktor penyebabnya?
4.        Kapan masalah itu timbul?
5.        Siapa kelompok masyarakat yang paling banyak menderita?
6.        Diamana kejadian yang paling banyak?
7.        Apa kemungkinan dampak yang muncul, bila masalah kesehatan tersebut tak tertangani ?
8.        Apa upaya program untuk mengatasi masalah tersebut?
Sumber masalahnya sendiri bisa diperoleh dari berbagai cara, antara lain:
a)        Laporan-laporan kegiatan dari program kesehatan yang ada.
b)        Suvailance epidemiologi atau pemantauan penyebaran penyakit
c)        Survai kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh masukan perencanaan kesehatan.
d)       Hasil kunjungan lapangan supervisi, dan sebagainya.
               3.Menetapkan Prioritas Masalah
                        Pemilihan prioritas dapat dilakukan melaui 2 cara, yakni:
a) Melalui teknik scoring, yakni memberikan nilai (scor) terhadap masalah terebut dengan mengunkan ukuran (parameter) antra lain:
§  Pravelensi penyakit ( prevalence) atau besarnya masalah.
§  Berat ringannya akibat yang ditimbulkan oleh masyarakat tersebut (severity)
§  Kenaikan atau meningkatnya prevalensi (rate of increase)
§  Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut (degree of unmeet need)
§  Keuntungan sosial yang diperoleh bila masalah tersebut diatasai ( social benefit)
§  Teknologi yang tersedia dalam mengatasi masalah (technical feasibility)
§  Sumber daya yang tersedia dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah ( resources availability), termaksud tenaga kesehatan.
§  b) Melalaui Teknik Non Skoring :
§  Dengan melalaui diskusi kelompok, oleh sebab itu disebut juga “Nominal Group Tecnique” (NGT) .Ada 2 NGT , yakni:
§  Delphi Techniquew : yaitu masalah- masalah didiskusikan oleh sekelompok oarang yang mempunyai keahlian yang sama.
§  Delbeq Technique :menetapkan prioritas dengan melakukan diskusi kelompok dengan orang yang berbeda keahlian.
4.Menetapkan Tujuan Program
            Suatu tujuan oprasional suatu manajemen harus mengandung unsure:
§  What ; Kegiatan apa yang akan dikerjakan harus jelas.
§  Who; Sasarannya harus jelas, siapa ynag akan mengerjakan , berapa yang ingin dicapai.
§  When; Kejelasan waktu untuk menyelesaikan kegiatan.
§  How; prosedur kerjanya jelas dan harus sesui dengan satandar pelayanan kesehatan.
§  Why; mengapa kegaiatn itu harus dikerjakan denagn penjelasan yang jelas.
§  Where; kapan dan dimana kegiatan akan dilakukan tertera jelas.
§  Jika perlu ditambah which; siapa yang terkait dengan kegiatan tersebut (Lintas sector maupun lintas program yang terkait).
                        Dalam menetapkan tujuan dapat menggunkan cara dengan  pertanyaan yang perlu dijawab:
1.      Potensi organisasai?
2.      Target program( sejauh mana akan dipecahkan cangkupan)?
3.      Target waktu?
Gunanya ialah :
1.      Untuk menetapkan langkah-langkah kegiatan untuk mencapai tujuan.
2.      Memudahkan untuk evaluasi.
Kriteria penentuan tujuan:
SMART!!!
S  = Sepesific (mempunyai interprestasi sama)
M = Measurable (dapat diukur kemajuannya)
A = Appropiate (sesuai dengan tujuan nasional , program, institusi).
T = Time bound (sumber daya dapat dialokasikan dan kegiatan sesuai denagn tenggat waktu)
5.Menetapkan Rencana Kegiatan
                        Rencana kegiatan adalah uraian tentang kegaiatan-kegaiatn yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Pada umunya kegiatan mencangkup 3 tahap pokok, yakni:
§  Kegiatan pada tahap persiapan , yakni kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan pokok dilaksanakan, misalnya : rapat-rapat koordinasi, perizinan dan sebagainya.
§  Kegiatan pada tahap pelaksnaan yakni kegaiatan pokok program yang bersangkutan.
§  Kegiatan pada tahap penilain yakni kegiatan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan dalam rangka pencapaian program tersebut.
B.PENGORGANISASIAN
                        Alat yang akan dapat merealisasikan tujuan dan sasaran organisasi dan hal yang paling pokok adalah pembagian tugas atau merupakan alat untuk memadukan / mensinkronisasikan semua kegiatan yang beraspek personil, finansial , material, dan tatacara dalam rangka menapai tujuan yang telah ditetapkan.
                        Manfaat organisasai adalah:
1.      Pembagian tugas untuk perorangan / kelompok .
2.      Hubungan koordinasi dalam kegiatn yang akan dilakukan antar anggota organisasai dulu.
3.      Pendelegasian wewenang.
4.      Pemanfaatan fasilitas fisik dan anggota.
Langkah-langkah pengorganisasaian ialah;
1.      Tujuan organisasai harus dipahami oleh pelaksana dan tertuang dalam perencanaan .
2.      Membagi habis kegaiatan apa yang akan dilakukan dan apa yang akan dikerjakan.
3.      Menggolongkan kegiatan pokok dalam satuan kegiatan yang praktis untuk dikerjakan petugas.
4.      Menetapkan apa yang kan dikerjkan oleh petugas pelayanan
5.      Memilih petugas yang cakap untuk mengerjakan kegiatan yang direncanakan .
6.      Pendelegasian wewenang.
C.PELAKSANAAN (AKTUASI)
            Merupakan usaha untuk menciptakan kerjasama di antara pelaksana kegiatan sehingga tujuan organisasai tercapai secara efektif dan efisien.
            Tujuan aktuasi ialah:
1.      Menciptakan kerjasama yang lebih efisien.
2.      Mengembangkan kemampuan dan keterampilan petugas.
3.      Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai apa yang menjadi tanggung jawabnya.
4.      Menciptakan suasana kerja yang dapat memotivasi dan meningkatkan prestasi petugas.
5.      Organisasi dapat berkembang lebih dinamis.
Elemen-elemen aktuasi:
1.      Kepemimpinan
2.      Motovasi
3.      Komunikasi
D.PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
                        Tujuan pengawasan ialah sebgai pengemban efisiensi penggunaan sumber daya dan menjamin efektiftas tujuan program.      
                        Manfaat dari pengawasan ialah:
1.      Meningkatkan efisiensi.
2.      Mengetahui penyimpangan pengetahuan, skill staf.
3.      Mengetahui apakah waktu dan sumberdaya lainya telah mencukupi kebutuhan dan telah digunakan secara benar.
4.      Mengetahui sebab-sebab terjadinya penyimpangan.
5.      Mengetahui staf yang dapat diberikan reward dan punishment.
Jenis standar pengawasan:
1.      Norma didasarkan atas pengalaman masa lalu .
2.      Kriteria standar yang diharapkan dari upaya-upaya kesehtan.
Ada 3 langkah penting dalam melakukan pengawasan:
1.      Mengukur hasil yang telah dicapai.
2.      Membandingkan hasil kerja dengan tolak ukur yang tealAh dibuat dalam perencanaan.
3.      Memperbaiki penyimpangan yang dijumpai, faktor apa penyebabnya, dan menetapkan langkah lanjutan untuk mengatasi.
Cara memperoleh data dalam pengawasan :
1.         Pengamatan langsung
2.         Ini dilakukan dengan supervis kelapangan untuk mengamati kegiatn petugas . Hasil yang dicapai lebih akurat (Lebih objektif)
3.         Laporan lisan , hasil kegiatan disampaikan oleh petugas, biasanya informasi yang diperoleh terbatas.
4.         Laporan tertulis, biasanya informasi yang dipoleh terbatas pada hal yang dianggap penting oleh petugas , namun laporan tertulis ini dapat diamanfaatkan untuk pengembangan program.

Jumat, 04 November 2016


Manajemen Rumah Sakit


Pengertian Rumah Sakit
Wikipedia (2008) mendefinisikan bahwa Rumah Sakit (hospital) adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Rumah sakit merupakan organisasi yang rawan konflik, karena sebagian besar orang-orang dalam keadaan sakit atau tidak normal, yang oleh karena itu menjadi peka dan mudah emosional.
Rumah sakit mempunyai perbedaan dibandingkan industri yang lain. Menurut Tjandra (2003:170). Ada tiga ciri khas rumah sakit yang membedakannya dengan industri lainnya:
a.       Dalam industri rumah sakit, sejogyanya tujuan utamanya adalah melayani kebutuhan manusia, bukan semata-mata menghasilkan produk dengan proses dan biaya yang seefisien mungkin. Unsur manusia perlu mendapatkan perhatian dan tanggung jawab pengelola rumah sakit. Perbedaan ini mempunyai dampak penting dalam manajemen, khususnya menyangkut pertimbangan etika dan nilai kehidupan manusia.
b.      Kenyataan dalam industri rumah sakit yang disebut pelanggan (customer) tidak selalu mereka yang menerima pelayanan. Pasien adalah mereka yang diobati di rumah sakit. Akan tetapi, kadang-kadangbukan mereka sendiri yang menentukan di rumah sakit mana mereka harus dirawat. Di luar negeri pihak asuransilah yang menentukan rumah sakit mana yang boleh didatangi pasien. Jadi, jelasnya, kendati pasien adalah mereka yang memang diobati di suatu rumah sakit, tetapi keputusan menggunakan jasa rumah sakit belum tentu ada di tangan pasien itu. Artinya, kalau ada upaya pemasaran seperti bisnis lain pada umumnya, maka target pemasaran itu menjadi amat luas, bisa pasiennya, bisa tempat kerjanya, bisa para dokter yang praktek di sekitar rumah sakit, dan bisa juga pihak asuransi. Selain itu, jenis tindakan medis yang akan dilakukan dan pengobatan yang diberikan juga tidak tergantung dengan pasiennya. Tapi tergantung dari dokter yang merawatnya.
c.       Kenyataan menunjukan bahwa pentingnya peran para professional termasuk dokter, perawat, ahli farmasi, fisioterapi, radiografer, ahli gizi dan lain-lain.
Fungsi Rumah Sakit
Menurut Departemen Kesehatan RI (1997:4) mengatakan bahwa fungsi-fungsi
rumah sakit terdiri dari 4 bidang, yaitu :
1.      Fungsi pelayanan, yang meliputi pelayanan medik, pelayananpenunjang medik, pelayanan dan asuhan keperawatan serta pelayanan rujukan.
2.      Fungsi pendidikan dan pelatihan
3.      Fungsi penelitian dan pengembangan
4.      Fungsi adminisratif umum dan keuangan (termasuk hubungan masyarakat)
Menurut Suparto (1995: 46) strategi jangka panjang sangat diperlukan dalam membangun rumah sakit. Ada 3 tipe runah sakit yang bisa menjadi   sasaran,diantaranya :
1)      Volume/mass product
Rumah sakit yang mengutamakan pelayanan (jumlah pasien) sebanyak-banyaknya. Rumah sakit ini tidak mengutamakan spesialisasi dan menekan biaya serendah-rendahnya untuk mendapatkan sebanyak mungkin pasien.
2)      Diferensiasi
Mengutamakan spesialisasi, bila perlu sub spesialisasi. Rumah sakit dituntut untuk menyiapkan banyak spesialisasi dengan sarana yang cukup untuk menunjang masing-masing spesialisasi. Pada tipe ini persaingan lebih kepada mutu dan bukan harga.
3)      Fokus
Di sini rumah sakit berkonsentrasi pada spesialisai tertentu, misalnya : rumah sakit khusus jantung, rumah sakit khusus mata, rumah sakit khusus kanker sehingga di sini mutu di tuntut lebih tinggi lagi jika ingin bertahan dalam peta persaingan.
 Pengertian Manajemen Rumah Sakit
Menurut Schulz R,dkk mengemukakan dua pendapat mengenai manajemen rumah sakit adalah koordinasi antara berbagai sumber daya (unsur manajemen) melalui proses perencanaan, pengorganisasian, ada kemampuan pengendalian untuk mencapai tujuan rumah sakit), atau manajemen ilmu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan rumah sakit.
Tujuan Manajemen Rumah Sakit
Tujuan manajemen rumah sakit seperti berikut ini :
1.      Menyiapkan sumber daya
2.      Mengevaluasi efektivitas
3.      Mengatur pemakaian pelayanan
4.      Efisiensi
5.      Kualitas
          Pencapaian tujuan tersebut di atas dari penelitian ternyata diperlukan manajemen rumah sakit, tanpa upaya manajemen tak akan mencapai tujuan.
Samsi Jacobalis (2000:175) menyatakan bahwa, masalah utama dari manajemen rumah sakit saat ini adalah bagaimana mengatasi kelemahan-kelemahan institusional, antara lain :1) Bagaimana meningkatkan mutu sumberdaya manusia, 2) Bagaimana menyempurnakan sistem-sistem dirumah sakit,dan 3) Bagaimana menyempurnakan sarana untuk mendukung manusia dan sistem.