Jumat, 04 November 2016


Manajemen Rumah Sakit


Pengertian Rumah Sakit
Wikipedia (2008) mendefinisikan bahwa Rumah Sakit (hospital) adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Rumah sakit merupakan organisasi yang rawan konflik, karena sebagian besar orang-orang dalam keadaan sakit atau tidak normal, yang oleh karena itu menjadi peka dan mudah emosional.
Rumah sakit mempunyai perbedaan dibandingkan industri yang lain. Menurut Tjandra (2003:170). Ada tiga ciri khas rumah sakit yang membedakannya dengan industri lainnya:
a.       Dalam industri rumah sakit, sejogyanya tujuan utamanya adalah melayani kebutuhan manusia, bukan semata-mata menghasilkan produk dengan proses dan biaya yang seefisien mungkin. Unsur manusia perlu mendapatkan perhatian dan tanggung jawab pengelola rumah sakit. Perbedaan ini mempunyai dampak penting dalam manajemen, khususnya menyangkut pertimbangan etika dan nilai kehidupan manusia.
b.      Kenyataan dalam industri rumah sakit yang disebut pelanggan (customer) tidak selalu mereka yang menerima pelayanan. Pasien adalah mereka yang diobati di rumah sakit. Akan tetapi, kadang-kadangbukan mereka sendiri yang menentukan di rumah sakit mana mereka harus dirawat. Di luar negeri pihak asuransilah yang menentukan rumah sakit mana yang boleh didatangi pasien. Jadi, jelasnya, kendati pasien adalah mereka yang memang diobati di suatu rumah sakit, tetapi keputusan menggunakan jasa rumah sakit belum tentu ada di tangan pasien itu. Artinya, kalau ada upaya pemasaran seperti bisnis lain pada umumnya, maka target pemasaran itu menjadi amat luas, bisa pasiennya, bisa tempat kerjanya, bisa para dokter yang praktek di sekitar rumah sakit, dan bisa juga pihak asuransi. Selain itu, jenis tindakan medis yang akan dilakukan dan pengobatan yang diberikan juga tidak tergantung dengan pasiennya. Tapi tergantung dari dokter yang merawatnya.
c.       Kenyataan menunjukan bahwa pentingnya peran para professional termasuk dokter, perawat, ahli farmasi, fisioterapi, radiografer, ahli gizi dan lain-lain.
Fungsi Rumah Sakit
Menurut Departemen Kesehatan RI (1997:4) mengatakan bahwa fungsi-fungsi
rumah sakit terdiri dari 4 bidang, yaitu :
1.      Fungsi pelayanan, yang meliputi pelayanan medik, pelayananpenunjang medik, pelayanan dan asuhan keperawatan serta pelayanan rujukan.
2.      Fungsi pendidikan dan pelatihan
3.      Fungsi penelitian dan pengembangan
4.      Fungsi adminisratif umum dan keuangan (termasuk hubungan masyarakat)
Menurut Suparto (1995: 46) strategi jangka panjang sangat diperlukan dalam membangun rumah sakit. Ada 3 tipe runah sakit yang bisa menjadi   sasaran,diantaranya :
1)      Volume/mass product
Rumah sakit yang mengutamakan pelayanan (jumlah pasien) sebanyak-banyaknya. Rumah sakit ini tidak mengutamakan spesialisasi dan menekan biaya serendah-rendahnya untuk mendapatkan sebanyak mungkin pasien.
2)      Diferensiasi
Mengutamakan spesialisasi, bila perlu sub spesialisasi. Rumah sakit dituntut untuk menyiapkan banyak spesialisasi dengan sarana yang cukup untuk menunjang masing-masing spesialisasi. Pada tipe ini persaingan lebih kepada mutu dan bukan harga.
3)      Fokus
Di sini rumah sakit berkonsentrasi pada spesialisai tertentu, misalnya : rumah sakit khusus jantung, rumah sakit khusus mata, rumah sakit khusus kanker sehingga di sini mutu di tuntut lebih tinggi lagi jika ingin bertahan dalam peta persaingan.
 Pengertian Manajemen Rumah Sakit
Menurut Schulz R,dkk mengemukakan dua pendapat mengenai manajemen rumah sakit adalah koordinasi antara berbagai sumber daya (unsur manajemen) melalui proses perencanaan, pengorganisasian, ada kemampuan pengendalian untuk mencapai tujuan rumah sakit), atau manajemen ilmu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan rumah sakit.
Tujuan Manajemen Rumah Sakit
Tujuan manajemen rumah sakit seperti berikut ini :
1.      Menyiapkan sumber daya
2.      Mengevaluasi efektivitas
3.      Mengatur pemakaian pelayanan
4.      Efisiensi
5.      Kualitas
          Pencapaian tujuan tersebut di atas dari penelitian ternyata diperlukan manajemen rumah sakit, tanpa upaya manajemen tak akan mencapai tujuan.
Samsi Jacobalis (2000:175) menyatakan bahwa, masalah utama dari manajemen rumah sakit saat ini adalah bagaimana mengatasi kelemahan-kelemahan institusional, antara lain :1) Bagaimana meningkatkan mutu sumberdaya manusia, 2) Bagaimana menyempurnakan sistem-sistem dirumah sakit,dan 3) Bagaimana menyempurnakan sarana untuk mendukung manusia dan sistem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar