Manajemen Rumah Sakit
Pengertian Rumah Sakit
Wikipedia (2008)
mendefinisikan bahwa Rumah Sakit (hospital) adalah sebuah institusi
perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter,
perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Rumah sakit merupakan organisasi
yang rawan konflik, karena sebagian besar orang-orang dalam keadaan sakit atau
tidak normal, yang oleh karena itu menjadi peka dan mudah emosional.
Rumah sakit mempunyai
perbedaan dibandingkan industri yang lain. Menurut Tjandra (2003:170). Ada tiga
ciri khas rumah sakit yang membedakannya dengan industri lainnya:
a. Dalam industri rumah sakit, sejogyanya tujuan utamanya adalah melayani
kebutuhan manusia, bukan semata-mata menghasilkan produk dengan proses dan
biaya yang seefisien mungkin. Unsur manusia perlu mendapatkan perhatian dan
tanggung jawab pengelola rumah sakit. Perbedaan ini mempunyai dampak penting
dalam manajemen, khususnya menyangkut pertimbangan etika dan nilai kehidupan
manusia.
b. Kenyataan dalam industri rumah sakit yang disebut pelanggan (customer)
tidak selalu mereka yang menerima pelayanan. Pasien adalah mereka yang diobati
di rumah sakit. Akan tetapi, kadang-kadangbukan mereka sendiri yang menentukan
di rumah sakit mana mereka harus dirawat. Di luar negeri pihak asuransilah yang
menentukan rumah sakit mana yang boleh didatangi pasien. Jadi, jelasnya,
kendati pasien adalah mereka yang memang diobati di suatu rumah sakit, tetapi
keputusan menggunakan jasa rumah sakit belum tentu ada di tangan pasien itu. Artinya,
kalau ada upaya pemasaran seperti bisnis lain pada umumnya, maka target
pemasaran itu menjadi amat luas, bisa pasiennya, bisa tempat kerjanya, bisa
para dokter yang praktek di sekitar rumah sakit, dan bisa juga pihak asuransi.
Selain itu, jenis tindakan medis yang akan dilakukan dan pengobatan yang diberikan
juga tidak tergantung dengan pasiennya. Tapi tergantung dari dokter yang
merawatnya.
c. Kenyataan menunjukan bahwa pentingnya peran para professional termasuk
dokter, perawat, ahli farmasi, fisioterapi, radiografer, ahli gizi dan
lain-lain.
Fungsi Rumah Sakit
Menurut Departemen Kesehatan RI (1997:4) mengatakan
bahwa fungsi-fungsi
rumah sakit terdiri dari 4 bidang, yaitu :
1. Fungsi pelayanan, yang meliputi pelayanan medik, pelayananpenunjang
medik, pelayanan dan asuhan keperawatan serta pelayanan rujukan.
2. Fungsi pendidikan dan pelatihan
3. Fungsi penelitian dan pengembangan
4. Fungsi adminisratif umum dan keuangan (termasuk hubungan masyarakat)
Menurut Suparto (1995: 46)
strategi jangka panjang sangat diperlukan dalam membangun rumah sakit. Ada 3
tipe runah sakit yang bisa menjadi sasaran,diantaranya
:
1)
Volume/mass product
Rumah sakit yang
mengutamakan pelayanan (jumlah pasien) sebanyak-banyaknya. Rumah sakit ini
tidak mengutamakan spesialisasi dan menekan biaya serendah-rendahnya untuk mendapatkan
sebanyak mungkin pasien.
2) Diferensiasi
Mengutamakan
spesialisasi, bila perlu sub spesialisasi. Rumah sakit dituntut untuk
menyiapkan banyak spesialisasi dengan sarana yang cukup untuk menunjang
masing-masing spesialisasi. Pada tipe ini persaingan lebih kepada mutu dan
bukan harga.
3) Fokus
Di sini rumah sakit berkonsentrasi pada spesialisai
tertentu, misalnya : rumah sakit khusus jantung, rumah sakit khusus mata, rumah
sakit khusus kanker sehingga di sini mutu di tuntut lebih tinggi lagi jika ingin
bertahan dalam peta persaingan.
Pengertian Manajemen Rumah Sakit
Menurut
Schulz R,dkk mengemukakan dua pendapat mengenai manajemen rumah sakit adalah koordinasi
antara berbagai sumber daya (unsur manajemen) melalui proses perencanaan,
pengorganisasian, ada kemampuan pengendalian untuk mencapai tujuan rumah sakit),
atau manajemen ilmu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan rumah sakit.
Tujuan Manajemen Rumah Sakit
Tujuan manajemen rumah sakit seperti berikut ini :
1.
Menyiapkan
sumber daya
2.
Mengevaluasi
efektivitas
3.
Mengatur
pemakaian pelayanan
4.
Efisiensi
5.
Kualitas
Pencapaian
tujuan tersebut di atas dari penelitian ternyata diperlukan manajemen rumah
sakit, tanpa upaya manajemen tak akan mencapai tujuan.
Samsi Jacobalis (2000:175) menyatakan bahwa,
masalah utama dari manajemen rumah sakit saat ini adalah bagaimana mengatasi
kelemahan-kelemahan institusional, antara lain :1) Bagaimana meningkatkan mutu
sumberdaya manusia, 2) Bagaimana menyempurnakan sistem-sistem dirumah sakit,dan
3) Bagaimana menyempurnakan sarana untuk mendukung manusia dan sistem.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar